Friday, January 11, 2013

Sehari Sebelum Hari H

Bismillahirrahmanirrahiim .

Postingan pertama di 2013 .  
Alhamdulillah, masih sehat, masih dengan harapan-harapan yang nantinya bisa jadi nyata. Aamiin.

11 January. Duduk sendiri berteman kertas-kertas dan pikiran-pikiran tentang 12 January besok.

Nikah! Jadi istri orang dan harus pindah dari Palu karena ikut suami. Jauh dari Mama, Kakak, Sahabat....
Mulai hidup yang baru, dengan lingkungan yang sangat beda dengan hari kemarin. 
Terima kasih Ya Rabb.

Well, Bismillah. Jadikan jalan hidup selanjutnya lebih berkah, ya Allah .
Ramaikan rumahnya dengan anak anak sehat shaleh shaleha.
Jadikan Ia istri shaleha, setia, dan juga Ibu yang menjadi surga untuk anak dan keluarganya. 
Muliakan keluarga kecilnya.
Jangan Kau pisahkan Ia dan suaminya kecuali maut memanggil mereka. 
Berkahi selalu rumah tangganya di dunia dan jannah. 


Aamiin. Aamiin Ya Rabbal Alaamiin. :)

Untuk satu dari sekian sahabat baik, saudara saya dan calon Imamnya , Selamat Menempuh hidup yang sesungguhnya. Selamat menjemput berkah, menyempurnakan agama... 

Yaya dan Mas nya ^^ 

Mohon ikut meng-amin-kan doa saya ya readers =D

Sunday, December 23, 2012

Gerimis Tadi Tentang Dia (yang lain) :D



Palu lagi dingin, di luar langit masih sangat gelap. Gerimis sepertinya masih setia hiasi malam. Dan di sini, otak saya berlari jauh, kesana, kesini. Mengingat satu satu mereka yang hanya nama nya , tanpa pernah saya melihat wujudnya :D

Salah satunya Ryan. 6 tahun 1 hari lebih tua dari saya. Ya, ulang tahun kami hanya beda sehari. I had never known him before, until he added n sent me mesej on fb on September 8th 2011. He asked my mobile numb and he gave me his. Polite-ly. Wajar. Just normal thing to make a new friendship. We respect each other. Nyaman lah berteman dengan orang baik ini. :D Seiring waktu *ciaahhh, saya tau kalau dulu dia pernah ke kota saya *jauh sebelum kita kenal* dan ternyata dia  sepupuan sama teman adek saya.

Hobi baca, nonton sama hobi kerja ! :D Pinter masak pula *kataanyaa :p

Dia sempat nitip salam ke teman saya :D. Tapi ya gitu deh, jauuh, jadi salamnya ga nyampe.  Coba nitipnya untuk saya ? Langsung nyampe dah! Hahahaa. Oh iya, He stays in Jakarta n Bandung. But He’s from garut. He’s Sundanese. So that’s why , I called him a Ryan.

Kadang saya suka stres sendiri.  Aksen ngomong kami yang beda jaaauhhhh bikin saya bersusah payah untuk menurunkan, melambat dan melembut-kan intonasi saya. Sunda Vs Kaili. A, saya berubah jauhh jika bicara denganmu. Hahahahahha *ketawaalaSoimah . Dan karena itu juga, biasanya gaaarinnng segaring garingnya gara-gara saya yang ga terbiasa ngomong haluuus :p Maap ya a ...

A Ryan udah seperti sahabat, kakak, oom buat saya :p . Hampir selalu, when I had a problem, I called him, asked his advice, suggestions and he always answer them. Give me d best solutions. He is a kind of nice man. He is ! Dan kalo lagi heppy juga, biasanya saya bagi ke dia. He knows how to react :D Saya ingat dia juga pernah curhat tentang waktu dia jatuh cinta dan akhirnya jatuh beneran karena hubungannya kandas. Hihihii, sowryy ya a, dibocorin dikit di sini :D

Ga intens, tapi saya baru nyadar, kami ga pernah benar-benar putus *komunikasinyaa... :D Waktu nyusun skripsi, he was one of my motivators :D I was lazy, stressed at that time, n what did he say? " ya Udah, biarin aja lama selesainya, ditinggal sama temen-temennya" Siapa yang ga langsung ilang malas kalo dibilang kaya begono.. hahaha :D 

Three months ago,on September 6th 2012, he gave me a book. I was very happy. I remembered, I read his mesej ,

“nuni, udah punya Indonesia Mengajar?”

“ blum a, kemaren pengen beli, ga ada yg Jilid 1. Adanya yang 2”

Eh balesannya Cuma, “Oooh.. Kirain ada.. “  Udah gitu aja. Flat banget, ciiin.

Pas malam nya, dia sms lagi ,
“ Nuni, minta alamat lengkapnya donk, bla bla bla “

Whuaaa, saya senyum-senyum sendiri pas baca itu. I wanted to buy that book, tapi harus tertunda karena ga ada jilid 1 nya. Eh dapat dari a ryan. Lebih girang lagi pas bukunya nyampe di tangan saya. I love reading, I love books, and I love teaching. He gave me all of them. Thanx a lot ya a :)  n sorry I haven’t givn u anything :( .






Sampe sekarang kami masih sms-an. Kadang telv-an. Barusan malah. Tapi lebih sering dia telv saya. hihihii. Ngobrol seperlunyaaa :)

I respect him. I do. Kalo kalian baca dari awal sampe akhir, mungkin ada yang protes, ah masa a Ryan ga ada kurangnya? Dia manusia, bukan spiderman. Yang pasti ada kurangnya, hanya saja Allah menyimpannya baik-baik so I can’t see that.  : )

Dan sampe sekarang kami belum dikasih kesempatan sama Allah untuk ketemu. Maybe nanti di waktu yang tepat, I'll b able to see him and I'll say so much thanks from my deepest heart. Dan minta mie + bubur ayam :p 

Well, thanks for always be there, be my bestfriend, my brother, my good listener n motivator. Hopely , you can see me as nice as I see you. :p I’m grateful with our friendship. Allah blessed us. Aameen. 

Maaf, kalau ada yang terlalu ‘lebih’ atau ‘kurang’. I just tried to be honest. I realized, someda, everything won't be same as now. Everything will change. Akan ada yang betul-betul menjauhkan yang memang sudah jauh dari sononya :). 


Bahwa tak selalu dengan orang-orang di sekitarmu syukur dan bahagia itu kau dapati. Karena makna tak selalu hanya dengan bersua.


Palu, 23 Desember 2012
Di luar masih hujan dan semoga tahun depan nuni dapat undangan ya a :D *eh, aamiin


Monday, December 17, 2012

Rasa yang Tak Lagi Biasa



Maaf, mungkin yang ini akan jadi curhatan yang ke sekian. Bosan? Kuharap jangan ! Tetaplah setia di sana. Mengeja kata. Mengeja rasa.

Ini tentang satu nama. Yang sudah lama. Teman biasa. Awalnya.

Ah, akhirnya nanti aku tak tau akan seperti apa. Sekarang pun belum istimewa, hanya Ia lebih dari teman biasa.

Ada jarak antara biasa dan istimewa, bukan??

Tentang rasa, aku pernah salah. Ya aku. Bukan salah siapa-siapa. Aku pernah keliru mengira, bermain-main dengan yang kupikir cinta. Hahahaaa. Aku bahagia bisa tertawa ketika mengingat semua. Menertawai diriku sendiri.

Syukurnya aku tak lantas menutup diri. Sahabatku justru berkata, aku jadi lebih dewasa. Ah, aku tak tahu. Tapi, semoga.

Dia yang kemarin pun pelan-pelan pergi. Tak lagi ada di kepala dan hati. Allah dan waktu yang membantu semua. Setelahnya, aku justru ingin sendiri. Aku butuh banyak waktu memperbaiki pikiranku, belajar tentang banyak hal.

Hidupku membaik. Sangat membaik. Banyak ‘hadiah’ yang Allah beri. Anugerah.

Dan sepertinya belum lama ini, Allah juga ‘memberiku’ dia yang lain. Dia yang telah kukenal lama. 12 tahun lalu. Yang sebelumnya tak pernah ada cerita tentangku dan dia. Dia yang dulu tak pernah jadi apa-apa di hidupku. Teman biasa. Sangat biasa.

Lalu tiba-tiba dia datang. Dengan kata. Dengan rasa, katanya. Ah, entahlah. Sepertinya dia tak lagi biasa. 

Aku hanya tak ingin ada yang salah, aku atau dia. Kali ini aku ingin belajar menjaga. Menempatkan rasa kemana ia seharusnya. Pun aku tetap menghargai dirinya. Sangat menghargainya.



Seperti melupakan, menyayangi pun butuh waktu.

Kau, terima kasih untuk mengerti, untuk rasa yang kau beri.

Aku mungkin akan tetap di sini, mem-baiki diri dan hati,
menunggu kau datang dengan janji karenaNya juga karenaku.

Atau nanti ketika kau ingin pergi, membawa hati...



Desember, 18 2012, 00:25
Untuk Kau di tulisan ini, Semoga kau tak membacanya. *eh :p