Friday, July 05, 2013

Tiket Pesawat, Uang Jajan Dan Segala Kemudahan.

Bismillahirrahmanirrahim.

Postingan pertama di umur 23 tahun :D (ulang tahunnya sudah lewat seminggu) Terima kasih untuk semua yang ikhlas mengirim doa. Insha Allah doa-doa kalian dan juga doa saya tentunya dikabulkan Allah SWT, aamiin.

Tak ada ‘terlambat’ untuk belajar. Umur saya sudah Dua Puluh Tiga, dan masih banyak yang belum saya ketahui tentang hidup. Saya masih ingin banyak-banyak belajar. Membuka mata seluas-luasnya. Berteman sebanyak-banyaknya. Dan bersyukur setiap harinya.

Postingan kali ini tidak  curhat seperti sebelum-sebelumnya :D . Saya mau share satu cerita yang mungkin bisa menginspirasi . 

Kurang lebih dua bulan yang lalu. Saya lagi bosan-bosannya dengan lingkungan kerja. Mau liburan, belum ada tanggal merah yang banyak di kalender. Keuangan juga belum memungkinkan untuk dihabiskan buat liburan hanya karena bosan. Sampai akhirnya, ada tes masuk pascasarjana di Universitas yang saya impi-impikan.  Saya ingin ikut, tapi langsung kepikiran uang tes, tiket pp, dan juga uang ‘jajan’ selama di sana. Lumayan bisa membersihkan dompet.

 Bismillah, niat saya dari awal untuk bisa lanjut kuliah lagi memberanikan saya untuk mengurus semua berkas persyaratan untuk mendaftar. Ikut saja dulu tes nya, hasilnya serahkan sama Allah SWT. Sambil bekerja, saya menyiapkan semua. Di tengah persiapan, Alhamdulillah honor kerja saya keluar,yang sebelumnya saya pikir akan lambat. Dengan jumlah yang cukup untuk membeli tiket pp. Saya semakin semangat. Dari awal saya tak ingin membebani orang tua. Dan ternyata Allah memberikan saya jalan untuk terus maju. Saya pakai lima ratus ribu untuk mendaftar. Beres urusan pendaftaran, yang saya kerjakan selanjutnya adalah menyiapkan semua yang saya perlukan  diluar hal akademis.

Saya masih ingat, sore itu saya mengantar mama saya ke pasar. Dari rumah saya niat bersedekah. Mengingat Notes From Qatar dan ‘sedekah super stories’ ala Muhammad Assad” saya niatkan sedekah kali ini untuk langkah saya selanjutnya. Jumlahnya tak begitu besar. Semoga berkah untuk saya. Dan juga si penerima.

Besoknya, saya on-line di kantor, dan nge-ceck harga tiket ke Surabaya. Masih agak mahal dari harga normal. Saya putuskan untuk belum book saat itu. Mungkin besok balik normal.  Hehehe. Tiba-tiba hp saya bunyi.  Papa saya, mungkin saya disuruh pulang cepat.

Tapi ternyata bukan begitu. Papa bilang kalau tiket Palu-Surabaya sudah ada. Teman baiknya yang sering ke rumah, memberikan saya tiket Cuma-Cuma tanpa diminta. Alhamdulillah. Saya langsung diam saat itu . Rejeki Allah banyak pintunya. Saya tidak pernah kepikiran bisa dapat tiket Cuma-Cuma. Alasan saya yang akan ikut test ini menjadi pengalir rejeki. Saya langsung ingat sedekah saya kemarin. Saya memberi tak seberapa, Allah membalasnya berkali-kali lipat.

Dan tidak sampai di sini cerita tentang kejutan sedekah. Tanggal 19 Mei jadwal keberangkatan saya. Pesawat saya, penerbangan pertama. Jam setengah enam pagi saya baru berangkat. Di jalan saya ketemu dengan Om yang kebetulan tinggal dekat rumah. Tidak sempat pamitan, karena  saya buru-buru dan dia juga sibuk di dalam mobilnya. Sampai di bandara, teman yang akan sama-sama berangkat ke Surabaya, kirim bbm ke saya, katanya dia sudah di pesawat. Saya Panik. Karena saya belum check in. Saya takut ketinggalan pesawat. Ya Allah. Segera saya check-in, dan Alhamdulillah, pesawat saya ternyata satu jam setelah penerbangan pertama ini. Lega nya saya. Maskapai nya memang sama, hanya saya yang tidak perhatikan jam keberangkaan di tiketnya.

Jadi rencananya saya bertiga dengan teman saya. Harusnya kami semua se-pesawat. Nah teman saya yang pertama sudah di pesawat. Pesawat saya masih se-jam lagi. Lah yang satunya lagi? Saya pikir dia sudah naik pesawat. Dan saya harus sendirian nanti. Tapi, Dia baru datang, dan ketinggalan pesawat. Saya ikut sedih karena dia harus tambah lima ratus ribu lagi untuk pindah ke pesawat berikutnya. Tapi saya terpaksa ‘senang’ ,Loh kenapa? Karena saya punya teman se-pesawat, saya tidak jadi terlantar di Surabaya nanti. Karena dari awal saya sudah janjian untuk sama-sama.Hehehe, maafkan. Saya bukan bahagia di atas musibah saudara sendiri. Hanya saja saya percaya, saat itu Allah SWT sudah men-setting semua nya (untuk saya).

Lagi di ruang tunggu, Sms papa masuk, Beliau bilang kalau om saya yang tadi saya ketemu di jalan, sekarang ada di Bandara, mengantar istrinya. Saya keluar dari ruang tunggu. Papa dengan om saya lagi bicara. Saya salaman dan Alhamdulillah. Om saya ke ATM, dan kasih uang jajan ke saya. Ya Allah, saya hanya bisa senyum dan ingat kalau sehari sebelum saya berangkat, sedikit puluh ribu saya berikan ke keluarga yang lagi butuh bantuan. Lagi-lagi Allah membalas semuanya dengan caraNYa yang saya tidak sangka-sangka.

Semuanya seperti saling berhubungan. Kalau saja, pesawat saya di penerbangan pertama, maka Pertama, saya akan ketinggalan pesawat. Kedua, saya akan terpisah dengan teman yang nantinya akan sama-sama. Ketiga, Saya tidak akan ketemu om saya, dan tak ada tambahan beberapa ratus ribu itu.  :D

Hasilnya, seminggu saya ijin tes. Sekalian liburan dan Alhamdulillah menyenangkan. Teman saya di Malang juga sangat-sangat membantu semuanya. Saya (dan teman saya) nginap di rumahnya dan We got warm hospitality. Thank u.  Sampai sekarang saya masih masih menunggu hasilnya, saya percaya dan yakin kalau saya akan dapat yang terbaik dari hasil usaha saya. Saya ingin membalas tangan-tangan yang ikhlas membantu saya.

Tentang sedekah, Saya selalu percaya. Dengan sedekah Allah punya cara untuk mengejutkan hamba-hambaNya, membalas sedekahnya. Saya sadar, sedekah saya belum seberapa. Belum seperti sedekah teman-teman yang mungkin membaca cerita saya ini. Banyak cerita tentang kekuatan sedekah yang kadang buat saya diam tak percaya.  Tak akan miskin seorang hamba karena bersedekah, justru sebaliknya. Dan bukan hanya berupa uang, balasan sedekah juga bisa kelancaran urusan:)

Seperti firman Nya, "Katakanlah: 'Sesungguhnya Tuhanku melapangkan rezki bagi siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya dan menyempitkan bagi (siapa yang dikehendaki-Nya)'. Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah akan menggantinya dan Dialah Pemberi rezki yang sebaik-baiknya." (Q.S. Saba 34:39)

Juga Rasulullah (S.A.W.) pernah bersabda "Turunkanlah (datangkanlah) rezekimu (dari Allah) dengan mengeluarkan sedekah." (HR. Al-Baihaqi)

Subhanallah, Semoga kita tetap dilimpahkan sehat, hingga tetap bisa berusaha, bersedekah, bersyukur, berbahagia. Saya menuliskan ini, semoga tidak berbuah riya' di mata teman-teman.  Aamiin. 

image was from here

@unniamelia

2 comments:

  1. Subhanallah... alhamdulillah ya Unni dipermudah semuanya :).. harus banyak2 sedekah ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya alhamdulillah, Mbak Mia...
      :)

      Delete