Showing posts with label unni's life stories. Show all posts
Showing posts with label unni's life stories. Show all posts

Friday, July 05, 2013

Tiket Pesawat, Uang Jajan Dan Segala Kemudahan.

Bismillahirrahmanirrahim.

Postingan pertama di umur 23 tahun :D (ulang tahunnya sudah lewat seminggu) Terima kasih untuk semua yang ikhlas mengirim doa. Insha Allah doa-doa kalian dan juga doa saya tentunya dikabulkan Allah SWT, aamiin.

Tak ada ‘terlambat’ untuk belajar. Umur saya sudah Dua Puluh Tiga, dan masih banyak yang belum saya ketahui tentang hidup. Saya masih ingin banyak-banyak belajar. Membuka mata seluas-luasnya. Berteman sebanyak-banyaknya. Dan bersyukur setiap harinya.

Postingan kali ini tidak  curhat seperti sebelum-sebelumnya :D . Saya mau share satu cerita yang mungkin bisa menginspirasi . 

Kurang lebih dua bulan yang lalu. Saya lagi bosan-bosannya dengan lingkungan kerja. Mau liburan, belum ada tanggal merah yang banyak di kalender. Keuangan juga belum memungkinkan untuk dihabiskan buat liburan hanya karena bosan. Sampai akhirnya, ada tes masuk pascasarjana di Universitas yang saya impi-impikan.  Saya ingin ikut, tapi langsung kepikiran uang tes, tiket pp, dan juga uang ‘jajan’ selama di sana. Lumayan bisa membersihkan dompet.

 Bismillah, niat saya dari awal untuk bisa lanjut kuliah lagi memberanikan saya untuk mengurus semua berkas persyaratan untuk mendaftar. Ikut saja dulu tes nya, hasilnya serahkan sama Allah SWT. Sambil bekerja, saya menyiapkan semua. Di tengah persiapan, Alhamdulillah honor kerja saya keluar,yang sebelumnya saya pikir akan lambat. Dengan jumlah yang cukup untuk membeli tiket pp. Saya semakin semangat. Dari awal saya tak ingin membebani orang tua. Dan ternyata Allah memberikan saya jalan untuk terus maju. Saya pakai lima ratus ribu untuk mendaftar. Beres urusan pendaftaran, yang saya kerjakan selanjutnya adalah menyiapkan semua yang saya perlukan  diluar hal akademis.

Saya masih ingat, sore itu saya mengantar mama saya ke pasar. Dari rumah saya niat bersedekah. Mengingat Notes From Qatar dan ‘sedekah super stories’ ala Muhammad Assad” saya niatkan sedekah kali ini untuk langkah saya selanjutnya. Jumlahnya tak begitu besar. Semoga berkah untuk saya. Dan juga si penerima.

Besoknya, saya on-line di kantor, dan nge-ceck harga tiket ke Surabaya. Masih agak mahal dari harga normal. Saya putuskan untuk belum book saat itu. Mungkin besok balik normal.  Hehehe. Tiba-tiba hp saya bunyi.  Papa saya, mungkin saya disuruh pulang cepat.

Tapi ternyata bukan begitu. Papa bilang kalau tiket Palu-Surabaya sudah ada. Teman baiknya yang sering ke rumah, memberikan saya tiket Cuma-Cuma tanpa diminta. Alhamdulillah. Saya langsung diam saat itu . Rejeki Allah banyak pintunya. Saya tidak pernah kepikiran bisa dapat tiket Cuma-Cuma. Alasan saya yang akan ikut test ini menjadi pengalir rejeki. Saya langsung ingat sedekah saya kemarin. Saya memberi tak seberapa, Allah membalasnya berkali-kali lipat.

Dan tidak sampai di sini cerita tentang kejutan sedekah. Tanggal 19 Mei jadwal keberangkatan saya. Pesawat saya, penerbangan pertama. Jam setengah enam pagi saya baru berangkat. Di jalan saya ketemu dengan Om yang kebetulan tinggal dekat rumah. Tidak sempat pamitan, karena  saya buru-buru dan dia juga sibuk di dalam mobilnya. Sampai di bandara, teman yang akan sama-sama berangkat ke Surabaya, kirim bbm ke saya, katanya dia sudah di pesawat. Saya Panik. Karena saya belum check in. Saya takut ketinggalan pesawat. Ya Allah. Segera saya check-in, dan Alhamdulillah, pesawat saya ternyata satu jam setelah penerbangan pertama ini. Lega nya saya. Maskapai nya memang sama, hanya saya yang tidak perhatikan jam keberangkaan di tiketnya.

Jadi rencananya saya bertiga dengan teman saya. Harusnya kami semua se-pesawat. Nah teman saya yang pertama sudah di pesawat. Pesawat saya masih se-jam lagi. Lah yang satunya lagi? Saya pikir dia sudah naik pesawat. Dan saya harus sendirian nanti. Tapi, Dia baru datang, dan ketinggalan pesawat. Saya ikut sedih karena dia harus tambah lima ratus ribu lagi untuk pindah ke pesawat berikutnya. Tapi saya terpaksa ‘senang’ ,Loh kenapa? Karena saya punya teman se-pesawat, saya tidak jadi terlantar di Surabaya nanti. Karena dari awal saya sudah janjian untuk sama-sama.Hehehe, maafkan. Saya bukan bahagia di atas musibah saudara sendiri. Hanya saja saya percaya, saat itu Allah SWT sudah men-setting semua nya (untuk saya).

Lagi di ruang tunggu, Sms papa masuk, Beliau bilang kalau om saya yang tadi saya ketemu di jalan, sekarang ada di Bandara, mengantar istrinya. Saya keluar dari ruang tunggu. Papa dengan om saya lagi bicara. Saya salaman dan Alhamdulillah. Om saya ke ATM, dan kasih uang jajan ke saya. Ya Allah, saya hanya bisa senyum dan ingat kalau sehari sebelum saya berangkat, sedikit puluh ribu saya berikan ke keluarga yang lagi butuh bantuan. Lagi-lagi Allah membalas semuanya dengan caraNYa yang saya tidak sangka-sangka.

Semuanya seperti saling berhubungan. Kalau saja, pesawat saya di penerbangan pertama, maka Pertama, saya akan ketinggalan pesawat. Kedua, saya akan terpisah dengan teman yang nantinya akan sama-sama. Ketiga, Saya tidak akan ketemu om saya, dan tak ada tambahan beberapa ratus ribu itu.  :D

Hasilnya, seminggu saya ijin tes. Sekalian liburan dan Alhamdulillah menyenangkan. Teman saya di Malang juga sangat-sangat membantu semuanya. Saya (dan teman saya) nginap di rumahnya dan We got warm hospitality. Thank u.  Sampai sekarang saya masih masih menunggu hasilnya, saya percaya dan yakin kalau saya akan dapat yang terbaik dari hasil usaha saya. Saya ingin membalas tangan-tangan yang ikhlas membantu saya.

Tentang sedekah, Saya selalu percaya. Dengan sedekah Allah punya cara untuk mengejutkan hamba-hambaNya, membalas sedekahnya. Saya sadar, sedekah saya belum seberapa. Belum seperti sedekah teman-teman yang mungkin membaca cerita saya ini. Banyak cerita tentang kekuatan sedekah yang kadang buat saya diam tak percaya.  Tak akan miskin seorang hamba karena bersedekah, justru sebaliknya. Dan bukan hanya berupa uang, balasan sedekah juga bisa kelancaran urusan:)

Seperti firman Nya, "Katakanlah: 'Sesungguhnya Tuhanku melapangkan rezki bagi siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya dan menyempitkan bagi (siapa yang dikehendaki-Nya)'. Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah akan menggantinya dan Dialah Pemberi rezki yang sebaik-baiknya." (Q.S. Saba 34:39)

Juga Rasulullah (S.A.W.) pernah bersabda "Turunkanlah (datangkanlah) rezekimu (dari Allah) dengan mengeluarkan sedekah." (HR. Al-Baihaqi)

Subhanallah, Semoga kita tetap dilimpahkan sehat, hingga tetap bisa berusaha, bersedekah, bersyukur, berbahagia. Saya menuliskan ini, semoga tidak berbuah riya' di mata teman-teman.  Aamiin. 

image was from here

@unniamelia

Monday, March 04, 2013

March , my feeling and me !

Bismillahirrahmanirrahiim...

1st Monday on March. It's sunny outside. 


Genap 10 bulan tak lagi berlabel mahasiswa. Well, mengingat sedikit ke belakang, selama 10 bulan itu  pernah jadi pengangguran :D yang bangun siang tidur larut (alhamdulillah ga lama) , pernah juga jadi pengajar pagi di SMA ( yang ini sekitar 1 setengah bulan ) +  sore english school (course) (yang ini lagi vacuum sementara) + malam @students' house (private) (yang ini masih sampe sekarang)

Dan sekarang saya di sini, kembali ke kampus saya. 8am to 4pm. It's not my decision, actually. I just want to  enrich my experience. I've already known teacher's feeling n now Allah gives me chance to feel how to be a staff. Dean's staff. 

9 Januari - hari ini, 4 maret 2013. Hampir 2 bulan. Saya belajar berhadapan dengan atasan  saya dan perangkat-perangkatnya, berbicara pelan dan sopan, menjawab pertanyaan-pertanyaan mahasiswa yang kadang belum paham prosedur ini itu, merapihkan surat-surat yang masuk untuk atasan plus menyeleksi beberapa berkas dan skripsi yang harus ditandatangani oleh Pak Dekan. Jadi Staff nya Dekan yang super tegas ke mahasiswa makes me learn how to face 'pejabat'.

" Haahaa, sepertinya kau bakalan mati karena bosan, kerja di sini " Kata senior saya sambil tertawa meremehkan, yang sampai sekarang kuliahnya belum selesai dan saya tak pernah dengar kabar nya.

" Ah, kau sudah di sekolahkan sampai sarjana , kok cuma antar-antar surat ke Dekan " yang ini kata salah satu dosen favorit saya. Well, agak menyakitkan sih pemirsa, tapi saya tau itu hanya statement peduli untuk mahasiswinya yang dulu sering banyak bertanya. (Mungkin) Dosen favorit saya ini berharap saya 'lebih' dari sekarang. U are what u think, nunee (katanya)

"  Maksimalkan kinerja mu, dek. Nanti lanjut lagi sekolahnya. :) " Dosen FKIP MIPA yang juga Ayah sahabat saya berkata sambil senyum. Yang ini pas beliau lagi nunggu Bapak Bos di ruangan.

Well... I didn't ask their comments , but they gave me. Even it's good or not, I love it. I am in processing to be where I should be . and I want to enjoy d process and do my best. Allah SWT is the only one who knows my story. I believe that He placed me here because a reason. I'm really grateful for being here. I get many new things. but I still keep tryin' to look for the next way ! D way to have a better place, to reach my dream, my passion.  Hopely.

Nah pemirsa, kalian percaya kan bahwa 'kebetulan' itu tak ada. Saya ada di sini dengan pekerjaan saya sekarang karena Januari kemarin saya mengantar undangan nikah sahabat saya untuk dosen pembimbing saya dulu. Dan (bukan) kebetulan, Ibu dosen pembimbing saya itu bilang kalau Pak Dekan lagi butuh staff secepatnya. 
"Saya rencana mau lanjut sekolah lagi Bu." kata saya waktu itu.
"Iya, sambil menunggu beasiswa dibuka, masuk saja dulu jadi Staff Dekan" jawaban Ibu itu.

Saya pun di sini, karena rencana Nya. Dan saya percaya, Allah SWT masih punya rencana lain yang harus saya lalui. Akan lebih indah. Insha Allah. 


Dan untuk komentar-komentar yang datang, yah, they don't know what happened inside. that's why they can comment freely. Hey, u are my spirit boosters actually!!!

*bersiap pulang :) 

Sunday, December 23, 2012

Gerimis Tadi Tentang Dia (yang lain) :D



Palu lagi dingin, di luar langit masih sangat gelap. Gerimis sepertinya masih setia hiasi malam. Dan di sini, otak saya berlari jauh, kesana, kesini. Mengingat satu satu mereka yang hanya nama nya , tanpa pernah saya melihat wujudnya :D

Salah satunya Ryan. 6 tahun 1 hari lebih tua dari saya. Ya, ulang tahun kami hanya beda sehari. I had never known him before, until he added n sent me mesej on fb on September 8th 2011. He asked my mobile numb and he gave me his. Polite-ly. Wajar. Just normal thing to make a new friendship. We respect each other. Nyaman lah berteman dengan orang baik ini. :D Seiring waktu *ciaahhh, saya tau kalau dulu dia pernah ke kota saya *jauh sebelum kita kenal* dan ternyata dia  sepupuan sama teman adek saya.

Hobi baca, nonton sama hobi kerja ! :D Pinter masak pula *kataanyaa :p

Dia sempat nitip salam ke teman saya :D. Tapi ya gitu deh, jauuh, jadi salamnya ga nyampe.  Coba nitipnya untuk saya ? Langsung nyampe dah! Hahahaa. Oh iya, He stays in Jakarta n Bandung. But He’s from garut. He’s Sundanese. So that’s why , I called him a Ryan.

Kadang saya suka stres sendiri.  Aksen ngomong kami yang beda jaaauhhhh bikin saya bersusah payah untuk menurunkan, melambat dan melembut-kan intonasi saya. Sunda Vs Kaili. A, saya berubah jauhh jika bicara denganmu. Hahahahahha *ketawaalaSoimah . Dan karena itu juga, biasanya gaaarinnng segaring garingnya gara-gara saya yang ga terbiasa ngomong haluuus :p Maap ya a ...

A Ryan udah seperti sahabat, kakak, oom buat saya :p . Hampir selalu, when I had a problem, I called him, asked his advice, suggestions and he always answer them. Give me d best solutions. He is a kind of nice man. He is ! Dan kalo lagi heppy juga, biasanya saya bagi ke dia. He knows how to react :D Saya ingat dia juga pernah curhat tentang waktu dia jatuh cinta dan akhirnya jatuh beneran karena hubungannya kandas. Hihihii, sowryy ya a, dibocorin dikit di sini :D

Ga intens, tapi saya baru nyadar, kami ga pernah benar-benar putus *komunikasinyaa... :D Waktu nyusun skripsi, he was one of my motivators :D I was lazy, stressed at that time, n what did he say? " ya Udah, biarin aja lama selesainya, ditinggal sama temen-temennya" Siapa yang ga langsung ilang malas kalo dibilang kaya begono.. hahaha :D 

Three months ago,on September 6th 2012, he gave me a book. I was very happy. I remembered, I read his mesej ,

“nuni, udah punya Indonesia Mengajar?”

“ blum a, kemaren pengen beli, ga ada yg Jilid 1. Adanya yang 2”

Eh balesannya Cuma, “Oooh.. Kirain ada.. “  Udah gitu aja. Flat banget, ciiin.

Pas malam nya, dia sms lagi ,
“ Nuni, minta alamat lengkapnya donk, bla bla bla “

Whuaaa, saya senyum-senyum sendiri pas baca itu. I wanted to buy that book, tapi harus tertunda karena ga ada jilid 1 nya. Eh dapat dari a ryan. Lebih girang lagi pas bukunya nyampe di tangan saya. I love reading, I love books, and I love teaching. He gave me all of them. Thanx a lot ya a :)  n sorry I haven’t givn u anything :( .






Sampe sekarang kami masih sms-an. Kadang telv-an. Barusan malah. Tapi lebih sering dia telv saya. hihihii. Ngobrol seperlunyaaa :)

I respect him. I do. Kalo kalian baca dari awal sampe akhir, mungkin ada yang protes, ah masa a Ryan ga ada kurangnya? Dia manusia, bukan spiderman. Yang pasti ada kurangnya, hanya saja Allah menyimpannya baik-baik so I can’t see that.  : )

Dan sampe sekarang kami belum dikasih kesempatan sama Allah untuk ketemu. Maybe nanti di waktu yang tepat, I'll b able to see him and I'll say so much thanks from my deepest heart. Dan minta mie + bubur ayam :p 

Well, thanks for always be there, be my bestfriend, my brother, my good listener n motivator. Hopely , you can see me as nice as I see you. :p I’m grateful with our friendship. Allah blessed us. Aameen. 

Maaf, kalau ada yang terlalu ‘lebih’ atau ‘kurang’. I just tried to be honest. I realized, someda, everything won't be same as now. Everything will change. Akan ada yang betul-betul menjauhkan yang memang sudah jauh dari sononya :). 


Bahwa tak selalu dengan orang-orang di sekitarmu syukur dan bahagia itu kau dapati. Karena makna tak selalu hanya dengan bersua.


Palu, 23 Desember 2012
Di luar masih hujan dan semoga tahun depan nuni dapat undangan ya a :D *eh, aamiin


Thursday, December 13, 2012

(tak sampai) Dua Bulan yang Menyenangkan

Bismillahirrahmanirrahim

Karena banyak cara untuk bahagia. Bangun subuh lalu menghadapNya, tak telat. Itu bahagia. Buka pintu, lihat sekeliling mu, ketika pagi pelan-pelan datang, itu bahagia.

Pamitan ke orang rumah sebelum ke sekolah, senyum, berdoa semoga semuanya lancar , pun bahagia. Sampai di sekolah , melihat senyum mereka, mendengar celotehan mereka, mengajar, menjawab pertanyaan mereka, tertawa bersama mereka semua. Ah, bahagia.

Kau tau, kawan ? aku punya banyak cara untuk bahagia. Aku punya banyak alasan untuk tetap bahagia.  Aku bersyukur  masih ingat cara untuk bersyukur.  Aku bersyukur, maka aku bahagia.

Dan bahagia ku pun karena mereka. Tak genap 2 bulan ada di tengah tengah mereka. Aku asing mungkin di depan mereka. Tapi, ada ruang dalam diriku yang girang bersyukur, berbahagia bisa mengenal mereka.

Ah, mereka , mereka , mereka. jangan bosan membaca nya. Karena, , ,

Karena mereka , Aku Bahagiaaa ...



Well, pertama kali tau dan sadar kalau bakalan ngajar anak SMA , tuuuiiiinggg, bisa ga ya sayaaaa??? SMAN 1 pulaaa. Salah satu sekolah keren di Palu. Tempatnya anak gaul (y).
Bayangan anak SMA yang lagi dalam masa tumbuh kembang optimal , yang suka 'bermain', me-mainkan gurunya langsung muncul di kepala saya. Bagaimana nanti ya ... 

Tapi, bukan unni namanya kalau takut trus kabur dan nyerah duluan *high PD* . Hayu ah, majuuuuuu!!!!
Cari pelajaran, pengalaman. Semangaatt !!!
Pertama ngajar, dapatnya 6 kelaas , -____-. Waduh, penyiksaan ini namanya. Tapi yg judulnya anak  guru baru, yang ada justru girang.

 X SSN I, X SSN 2, X SSN 3, XII Ipa2, XII Ipa 5 dan XII Ips 5

Hahahaa, tiap kelas seminggu 2 kali . sekali ngajar, 2 jam. 24, Jam ngajar saya dalam seminggu. 

" Weheeii, guru sertifikasi niyeeee " ledek teman saya...

hahahaa, Dunia baru saya dimulai...

Namanya hal baru ya, ada dag dig dug nya, girang nya, takutnya. Semua ada. Pokoknya sebelum masuk kelas doa saya hanya , “ Ya Allah, bantu saya, supaya bisa well stand di depan mereka “.  Hari-hari saya diisi nama-nama baru. Karakter  baru. Menyenangkan pemirsaaa !!! Anak-anak yang cerdas, lucu nya juga cerdas-cerdas. dudulnyaaa jugaa... :D Well, alhamdulillah, hampir semua meetings lancaarr. Seingat saya, ga pernah buat hal yang memalukan. SEINGAT SAYA. Hehehee. Siswa-siswa nya juga kereeeennn ! Thanx God. 

6 kelas di 2 minggu pertama.Dan 3 kelas tersisa sampai akhirnya masa aktif ngajar saya habiis :D

X SSN 2 . Naah, anak remaja fresh ini selalu semangaatt. Dan semangat nya sampe ke saya. Tiap masuk kelas ini saya ga pernah lemah letih lesu. Bawaannya semangaat truuusss. Lucu nya ?  Weits , ilmu mereka tinggi untuk anak 15 tahun-an. Cerdas juga ! Hhhaa, Saya ingat pernah marah di kelas ini. Maapin mam ya, anak-anak manis ! I love ur class. I do. J Yoga 1 , Yoga 2 , 3D, Angga, Valdo, Ayu, Zuhaair , dll , Thankyu !


X SSN 2


1,2,3 , smileeee... 

XII Ipa 2 , Kelas ini sama dengan kelas saya jaman SMA dulu. Penghuninya cerdas-cerdas, lucu-lucu, dan mereka kompak. Di bawah pimpinan chairwoman yang so cute with her glasses, Suci. Dian yang suaranya Cetaaaarrr menggelegaar. Dilaa yang tinggi menjuntaaii,  Putri yang kaleem, dan kawan-kawan yang bakalan puaaanjaang kalau dibahas di sini. They luv each other. I can feel it. Guys, Keep it well. 

Siswi-siswi manis nya XII Ipa 2 

yang Cakeps n Cantiks nya XII Ipa 2

XII IPS 5. *tariikk naapaasss-hembuskaaann*. Di kota saya, umumnya anak IPS identik dengan ‘sedikit nakal’ . Waktu pertama saya nanya ke anak2 kelas X , letak kedudukan posisi kelas ini , eh anak2 ini  justru bilang “ Hah? Mam , kelas itu ga pernah lengkap warganya ! Banyak jago jago bolosnya” tuuuwiiiwwiiinggg. Dan besokkannya, jadwal saya ngajar kelas ini. Eng ingg engg, hampir semua penghuninya tidur nyenyak kaya di rumah. Hahahahaaa. Pas udah sadar semua, maka berhitunglah saya. Kalo otak ini ga salah ingat, di dalam kelas ga sampe 15 siswa. Padahal harusnya 28 siswa. Wahh , ini sih cobaan namanyaaa !!! It will be my great experience. I thought. Dan yup, that’s rite. Tiap masuk pasti bangunin tidur mereka dulu. Plus ada aja ‘murid baru’ tiap meeting. Saking ga lengkapnya. Yang bolos2 pun muncul satu satu. Belum lagi kelakuan aneh aneh mereka. Sabar saya diuji, pemirsa. Tapi anehnya saya ga pernah marah semarah marahnya. Adaa aja ocehan2 mereka  yang bikin ilang marah. ^_*

with Riris (d most clever girl in XII Ips 5) 


Hey kalian, Forgive my made mistakes y. n also thanks so much. Banyak hal yang mam temukan, pelajari, lalu mengerti selama jadi pengajar kalian. Ya pengajar, belum pendidik. Tak sampai 2 bulan. Tapi banyak bahagia yang Allah kasih melalui kalian. Terima kasih, anak-anak dengan semangat tinggi, anak-anak cerdas, anak-anak pembahagia keluarga, pencerah bangsa. Kalian hebat. Teruslah berlari. Menaikkan diri. Sampai nanti.



Juga nikmati dengan hati waktu yang kalian punyai. Karena kelak kalian akan rindukan hari seperti ini, hari menjadi siswa siswi. 



Monday, September 24, 2012

Hari Itu dan Sehari Sesudahnya ... :)

Pikiran saya pun mereka-reka memory yang akan terbuat besok. Pertemuan pertama, ah bagaimana dia? Baikkah ? Dewasakah? Bisakah saya menyesuaikan diri? Nyamankah suasananya nanti? Inikah? Itu kah ?
Ah, malam itu saya berharap pagi cepat dataangg :D


Bismillahirrahmanirrahim

Jumat, 14 September 2012. Alhamdulillah, pagi pun datang menjelang, terang :D Saya bangun  tidur dengan stock semangat yang sepertinya bertambah dari yang biasanya. Hari ini akan ada dia, pemirsa. Hepi hepi. Tapi oh tapi, sebelum waktu ketemuan, saya harus ngojekkin istrinya papa saya tercinta, ke pasar. 

Nah, pas lagi di pasar, dia menelv. 
 " Halo, saya sudah sampai di Palu, sekarang lagi di kantor, kalau urusan kantor selesai, nanti saya hubungi lagi"
Alhamdulillah, dia sampai dengan selamat sehat wal afiat :D. Agak siangan sekitar jam setengah 12,  urusan kantornya selesai lebih cepat dari perkiraan. Kita smsan lagi. Eh, dia lagi otw nyari hotel. Kita janjian ketemu di hotel. Okeh sip.

Habis shalat jumat, saya juga sudah cantik (abis mandi dan berpakaian dengan rapiiihh dan sopaan  maksudnya ;p), saya langsung cabut ke hotel dengan si Merah beroda dua. Rasa-rasanya nih ya pengen cepat nyampe dan ga ketemu lampu-lampu merah di tiap-tiap simpang jalan raya. Di jalan pun senyam senyum sendiri. :D 

Dan sampaaaaiii. 
K, kamar nya no brp? Sy di parkiranSend. Sambil jalan masuk saya nunggu balasannya.

139,paling belakaaaaaannnggg. Fast reply.

Okeh, ga susah dapat kamarnya. Eh pintunya masih tertutup.

"Assalamu'alaikum" saya mengetuk pintu kamar pelan.

Dan taarrraaarararararaaaa, pintu dibuka. Dia senyum. Ah, akhirnyaaaaa. K Syam ada di depan mata saya. Iya, Syam. Syam Matahari, salah satu blogger asal Makassar yang eksis :p.  Pemilik Rumah Matahari, pengalir kata-kata cerdas dan jujur dari kepala dan hatinya.

Kenalan, senyam senyum, dan mengalirlah cerita-cerita tentang sejarah ngeblog, kunjungan dan komentar di postingan masing-masing, pertanyaan tentang cerita yang sudah tertulis dan pasti tentang blog-blog tetangga dan pemiliknya, hihihiiii. Ini hebatnya kalo bloggers lagi kopdar-an. Sudah seperti teman lama yang baru bertemu lagi, cepat akrab dan ga da canggung-canggungan. Nyaman, pemirsa. Ini Kopdar pertama saya selama kurang lebih 9 bulan nge-blog. Alhamdulillah.

Pas sore, habis waktu ashar, kita jalan. Berhubung K syam ga punya 1 keluarga atau kerabat pun di palu, jadinya K Syam mau maen ke rumah saya, skalian minta ijin sama papa dan mama saya untuk nyulik anak mereka. :D 
Yeah, mari menikmati kota Palu sore hari. 

Pas baru keluar dari hotel, K Syam excited bgd liat Palu yang dikelilingi gunung-gunung. Sejauh mata memandang, maka akan bertemu dengan pegunungan. Yah, struktur dan karakteristik geologi wilayah Sulawesi Tengah memang didominasi sama pegunungan dan dataran tinggi. Jadilah sore itu saya jd ojek + travel guide buat K Syam :D

Route pertama, ke rumah tante saya, ketemu mama. Ngobrol-ngobrol sama mama.:) *Eh, K syam, disalamin sama mama*. Pulang dari situ, kita meluncur ke tempat di bawah ini ! 



Masjid di tepi pantai, tapi ga terapung, karena ada tiang-tiang penyangganya*ya iaalaah*. Masjid ini sering dipakai untuk foto prawedd (katanya teman saya :p, saya ga pernah liat langsung). 




K Syam, narsis pemirsa :) *kata nya yang bersangkutan*  Hhehe. Puas foto-foto, pulang mandi dan Malamnya kita makan jalan lagi. Makan, trus karaokean dengan 2 pemain tambahan, Muja dan Yaya. Dan K Syam terheran-heran liat kelakuan 2 sahabat saya yang kesan pertamanya tak sama dengan kelakuan aslinya. Akakakakkh. 

K Syam, Muja dan Yaya 

With Kang Unul


*_^

Dan jembatan kuning di atas adalah tempat terakhir dari route jalan-jalan K Syam di Palu hari itu. It was great time. We created many smiles, laughs and also memories. Jam 11an, pulang ke hotel. Oh iy, K Syam yang bermasalah dengan tidur sendirian, sengaja 'pake' kamar dgn double bed, dan mengontrak saya untuk nginap di hotel. Saya sh langsung tepar. Klo K' Syam? masih telpun-telpunan dia. Hihihiii.

Hari Kedua K Syam di Palu, Sabtu 15 September 2012. Sekaligus hari terakhir. Ya, K Syam balik ke Makassar, jam 3 siang. :( Manfaatkan waktu-waktu terakhir. Pagi-pagi langsung cari sarapan. BurYam. K Syam masih tersiksa dengan behel baru nya, jadi nda bisa di ajak makan yang 'berat-beraat'. Kaledo jadi nda tercicipi deh sama K Syam ;)

Selesai sarapan, kita ke pantaaiiiii. Palu ga jauh2 dari pantai dan gunung. 


Liat pohonnya, dia seorang diri. Cantik ya?


Bosan menikmati pantai yang sunyi dan tenang ini, saya ngajak K Syam jalan-jalan ke kampuuuus saya tercinta. 
Dan ini dia hasilnyaaa. Beraksi di bawah matahari yang lagi asik nyengirr senyengir-nyengirnya. 





Lha , kampus saya ko' cuma rumput dan ilalang semua ya :p Untung nya, hari sabtu. Ga ada perkuliahan di kampus. Ga ada mata-mata yang anggap kami orang aneh yang datang entah darimana, :D. Puas dan panas. Jam 11an Kita pulaaang ke hotel. Karena 2 jam-an lagi K Syam harus ke bandara. Hiks. Cepatnyaa :(

Sampe di hotel, istirahat sebentar, langsung beberes, mandi, siap2 dan check out. Ah, selamat tinggal kamar 139, terima kasih untuk menjadi tempat K Syam dan diriku bertemu, bercerita, berbagi sedikit kehidupan kita berdua. 

Tunggu, belum habis ceritanya, hhahaa. Sebelum ke bandara, kita ke kantor K Syam dulu, trus ke rumah saya, makan siang dan K Syam pamitan sama orang rumah :) 
Well, akhirnya di bandara lah kami berpisah setelah 2 hari semalam berbagi cerita :(

Ga ada nangis-nangisan memang, tapi sedikit rasa sedih ditinggal sahabat, muncul dalam hati. Bersyukur bisa dikasih kesempatan untuk kenal dan ketemu langsung sama orang yang bisa jadi tempat berbagi, belajar, dan bertanya. Terima kasih untuk tak lagi hanya menjadi sahabat dunia maya ya K Syam. Sampai ketemu di rumah rumah maya kita dan mereka :) Teruslah sehangat matahari :) K Syam , miss u :p

Her newest header

*semua foto-foto di atas, hasil jepretan K Syam :)

Sunday, July 01, 2012

Masih tentang Cantiknya Juni di Awal Juli

Bismillah.
July 1st. Seperti orang kebanyakan, saya juga udah say julywish. Dan wishes jangka panjang lainnya. :)

Tapi, sebenarnya saya masih nyaman di Juni kemareeennn. Actually, June 29th was my 22nd birthday. Tambaah tuaaa sayaaaa.  Setaun sekali banyak doa di wall fb saya dan beberapa di twitter. Alhamdulillah, thanks for all. You made me happy. ^_^ Harapan yang sama untuk kalian.

Kepala saya betul-betul masih digentayangi apa yang terjadi di hari hari sebelum dan pas ulang taun saya.  Saya ingat di 27 Juni, lutut salah urat, dan alhamdulillah di 28, sakitnya berkurang (dan sekarang udah sembuuuuh :D), So saya bisa ikut Gladi Wisuda !

Pagi 28 Juni 2012, GLADI Hari Pertama.
Kurang lebih jam 9, Di auditorium Kampus tercinta, udah banyak calon wisudawan/wati nongkrong2 depan gedung. Setengah 10, gladi nya dimulai. Arahan-arahan tentang urutan acara, things that We MUST Do, and Dont , semuanya dikasih tau. Supaya nanti pas hari H semuanya lancar dan gak ngulangin kesalahan beberapa wisudwan taun lalu. Ya, semoga, aamiin ya Rabbal alaamin.

Sore 28 Juni 2012.
Rutinitas akhir minggu with my some best friends belakangan ini, joining toefl training @Language Center Tadulako University.  Whadda interestin’ class.

Maghrib, 28 Juni 2012.
Ga pulang ke rumah, langsung ke tempat course teman. Maghrib dulu di sana. Juga ada acara kecil2an, dan ternyata acaranya HAMPIR HANCUR. Berniat jadi tamu yang duduk manis, eh justru jadi tuan rumah yang menghadapi  ‘Raut Kusut’ pengunjung. Ampuuunn dah, blom makan, saya justru harus sabar mengatur sana sini. Kalo bukan teman baik yang punya hajatan, saya udah kabur duluan. But, alhamdulillah, semuanya selesai tanpa ada yang  berkicau dan tonjok2an. Pulang hampir jam 11 ditemani hujan kecil kecil.  Great Job, Arul ! Ini awal kesuksesan kita. Tapi, AWAS kau e ! :D

Hampir Tengah Malam, 28 Juni 2012.
Saya udah ngantuk. Capek. Seharian ga di rumah. Sebelum tidur, tunaikan isya dulu. Dalam doa, saya ingat kalo besok 29 Juni. Ulang tahun saya. Dan 22 tahun lalu di tanggal yang sama, kedua orang tua saya, menunggu anak pertama mereka. Mama kesusahan melahirkan saya. Tak sampai 2Kg. Anak mereka terlalu kecil pada saat itu. Tapi, bayi itu kuat. Tanpa inkubator. Dibesarkan dengan harap dan kasih. 22 tahun, dan entah sampai kapan. Karena itu, saya selalu menganggap kalau ulang tahun itu spesial. Mengingat mereka, orang tua, bertahun2 lalu cemas, bahagia, haru menunggu kita.  Dan Melihat semuanya terlalu sibuk dengan urusan masing-masing, di 22 ini, saya tak berharap kado, kejutan atau apapun dari orang-orang di sekitar saya.  Bisa selesai kuliah dan wisuda di 2 July 2012 besok sudah jadi kado indah. Saya hanya bersyukur atas doa2 saya yang hampir semuanya terjawab, dan meminta (lagi) kepada Allah, “ Ya Allah, saya ingin sesuatu yang istimewa dariMU kali ini, yang bisa mengingatkan kalo 22 tahun saya sangatlah spesial, buat saya bahagia, aamiin”  Itu doa inti saya.  Setelah itu, tidur :D

Pagi, 29 Juni 2012, ulang tahun 22 saya.
Buka hp, hanya ada 1 sms. Dari Fatny, sahabat saya. Tiap tahun, ni anak selalu on time ngasih ucapan. I lope u dah :* Yang lain? Belum ada. Ya sudahlah. Toh  sudah tua juga. Bukan lagi anak belasan taun. Itu pikir saya. Dapat doa dari mama. Sedangkan Papa? Yaaah, hanya kasih selamat, trus melawak lagi seperti biasa *papa saya masih kerabat dengan tukul, efek sering nonton Bukan Empat Mata* . Nina, adik saya? Lebih parah, nanti pas liat saya sibuk reply ucapan HB di fesbuk baru dia bilang “Oohh iyyaa yaa, Ulang tahunmu harii inniii, selamaatt e, traaaktiiir!” Jiaaaaaaahhhh....

Masih hari yang sama, Jam 9-an, GLADI HARI kedua. Detik2 Allah SWT menjawab doa saya.
Otw ke kampus, baru deh masuk sms2 sahabat sahabat saya. Si Muja yang ‘ngojekkin’ ke kampus, baru ngasih selamat pas sampe di auditorium. Betul-betul daah.  Dan pagi itu, gladi udah dimulai. Orang2 sudah di dalam gedung.  Maka bercepat-cepatlah saya melangkahkan kaki. Pas di pintu masuk, Fitry, teman saya, senyum melambaikan tangannya, sambil mengatakan sesuatu dari tempatnya. SAYA TIDAK PERCAYA. Sampai akhirnya saya bergabung dengan beberapa wisudawan di kursi paling depan lainnya , dan mendengar nama saya disebutkan. Ada yang lain di hati saya. Allah SWT menjawab doa saya. “sesuatu yang istimewa” Dia berikan tepat di hari ulang tahun saya. YUNI AMELIA, A 121 08 098, LAMA STUDI 3 tahun 10 bulan, IPK 3,68, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Nama saya disebutkan sebagai salah satu wisudawan terbaik kali ini. Bersama 9 wisudawan terbaik dari masing-masing Fakultas yang lain, kami diberikan arahan, maju ke depan ratusan wisudawan lainnya. Alhamdulillah, I have no words to say. Melihat teman-teman di depan men-senyum-i saya. Rasaanyaa, ah. Sampai sebelum nama saya dibacakan saya tak pernah berpikir  tentang hal ini. Justru sebelumnya tak ada niat untuk ikut wisuda. Tapi lihatlah Allah SWT punya jalan lain untuk hamba-hambaNYa. Jalan terbaik.  ^_^

Jadilah ucapan selamat untuk saya pada hari itu bertambah. Saya bahaagiaaaaa. Sahabat-sahabat, juga, orang tua, dan lucunya adik saya heboh sendiri. Hihihiiii. Alhamdulillah. 

after Gladi.
yaya-fifi-putri-unni-ayie

Saya menulis di blog ini, sebenarnya takut dianggap riya'. Saya sadar, pencapaian kecil ini belum ada apa-apanya. Hanya ingin mengekspresikan rasa syukur dan bahagia. Otak manusia tidak permanen. Mungkin saja nanti saya bisa beranjak lupa tentang kebahagiaan jaman muda ini, tapi blog ini bisa kembali mengingatkan saya :D.  Juga untuk sama-sama saling mengingatkan, bahwa Allah SWT selalu memberikan yang terbaik untuk hambaNya. Meski kadang Bukan yang kita pinta, tapi Dia memberikan yang lebih indah. Jangan lelah meminta, jangan lelah berusaha. Dan bersiaplah menerima kejutan-kejutanNya. ^_^

Tentang menikmati jalannya hidup dan bersyukur di setiap kedipan waktu. Unni.

 Award dari Mbak Syam
ah, Saya memang sedang berbahagia