Saturday, October 20, 2012

Semoga (bahagia ini) Selamanya

Bismillahirrahmanirrahim.


Bahagia itu ketika mama pelan-pelan mengajak saya bicara dari hati ke hati sambil menyisir pelan rambut saya. Padahal saya telah marah-marah, manyun dengan bibir dan dahi yang keritingnya tak terhingga. 

Bahagia itu ketika mama, papa, dan nenek berkata "hati-hati nak" pas lagi pamitan sebelum saya berangkat ngajar.

Bahagia itu ketika adik saya berkata, "kalo pulang jangan nda bawa apa-apa!"

Bahagia itu ketika papa bertanya, "Bagaimana tadi? Lancar ngajarmu?".

Bahagia itu ketika pulang ke rumah dan mendapati salah satu buku di rak saya berpindah ke tangan mama, dan melihatnya serius membaca.

Bahagia itu ketika setelah mama, papa lah yang  'tertular' ingin membaca buku yang sama.

Bahagia itu ketika melihat papa dengan kaca matanya lagi asik membaca dan ada mama di sampingnya.

Bahagia itu  seperti malam saya hari ini. Juga malam-malam sebelumnya.Ah, masih banyak sebenarnya. :D

Untuk saya, bahagia itu sederhana. Tak selalu harus mewah. Bahagia saya itu mereka :)

Ya Allah, terima kasih untuk semuanya, untuk keluarga sederhana yang ada bahagia di dalamnya, kupinta pertemukan kembali kami kelak di jannah. 

Monday, October 15, 2012

Tiba-Tiba Karena Dua Puluh Dua =D


Bismillahirrahmanirrahim. 

Dua belas malam lewat (waktu Indonesia bagian Palu dan sekitarnya :p ) , dan ngantuk tak kunjung datang. Apa mungkin karena mocca float 4 jam yang lalu? Mari bermain kata.

Beberapa menit lalu, saya mengingat apa yang terlalui sore tadi. Tentang 22. Beberapa anak-anak di tempat baru saya bertanya, how old I am. Dan yah , I answered I’m twenty two. With smile of course. So, what’s d problem ? -_-

Well, tak ada yang salah sebenarnya, saya hanya tiba-tiba berpikir dan diam sejenak. Sedikit lama tepatnya. 22 tahun. Angka yang beberapa tahun kemarin, lumayan besar menurut saya. Dan sekarang ‘ia’ menempel di diri saya. Yah...

Banyak yang berlarian di kepala saya, tentang diri saya tentunya, orang tua, adik, keluarga besar, jauh, dekat, sahabat, teman, hal-hal yang saya sudah lakukan, pencapaian, kegagalan, dosa, hal-hal bodoh, kenangan, jodoh, masa depan, mati, surga, neraka... ah , kepala saya sedang, dan akan bekerja berat :D

I’m growin’ old ! n I want to enjoy all the steps ! ^^ Seorang sahabat pernah berkata, “nikmati saja step yang sedang berlangsung, kelak kau akan rindu semuanya” Dan yah, I can feel that sentence.

Bersyukur ! it’s d first thing to start everything. Terlalu banyak yang harus disyukuri, kecil, simple, besar, banyak yang sudah Allah SWT berikan Cuma-Cuma, tapi kadang saya terlalu sibuk melihat ‘hasil’ orang lain, tanpa tahu kalau memang mereka berusaha lebih dari saya. Jujur, saya sering iri, iri melihat pencapaian, keikhlasan, juga hebat orang lain. Lalu lupa kalau saya terlalu lama diam tanpa ada action seperti mereka. I’m d ‘watcher’ only . Kalau sudah begitu, maka tertutuplah mata saya dengan nikmatNYa. -___-

Manusiawi, lupa ada untuk supaya kita tahu bawa tak ada Ingat dan sadar kalau tak ada lupa. Tak ada taubat jika tak ada khilaf. Tak ada benar tanpa salah. Yang penting adalah bagaimana diri sendiri bisa belajar dari pengalaman dan waktu. Juga bagaimana tak terlalu tinggi frekuensi salah yang ter-buat. 22 tahun, layak untuk terus mengingati diri, tanpa terlalu banyak ‘berharap’ banyak hal (yang kita sendiri belum lakukan) dari orang lain.

Entahlah, malam ini, siang dan sore tadi, saya seperti diperintahkan untuk bersiap-siap. Akan ada sesuatu di depan sana. Baik kah? Saya *harus* yakin, baik ! Just be brave to face that!

Pada akhirnya, saya sudah 22 tahun, dan saya terlalu bahagia! Terima kasih ya Rabb.  Selamat datang hari-hari penuh warna !



Hanya bercerita, tak berharap untuk dimengerti ... ;) 

Wednesday, October 10, 2012

Hey, Bahagianya Masih Sama !

Bismillahirrahmanirrahim,

Senin siang kemarin, saya bisa melihatnya lagi. Bisa bertemu pula. :D

“Naaahh, Si Manja” Katanya sambil senyum dan sedikit tawa ketika punggung tangannya saya tarik dan letakkan di kening . Cukup lama saya tak melakukan hal ini.

Kami berbincang sebentar di lorong ruangan itu, sebelum dia kembali melanjutkan tugas super sibuknya. Bahkan dia menyarankan sesuatu yang sangat-sangat positif untuk masa depan saya.

Ah, entahlah ada bahagia yang sama ketika dulu dia bertanya, “Kamu kapan maju?” Atau ketika setelah berkali-kali saya menunggu dengan harap lalu dia dengan meyakinkan berkata, “Iya, insha allah, kamu bisa selesai bulan ini”. Yah, bahagia saya masih sama tentangnya.

Saya suka melihatnya tersenyum. Ada ikhlas di sana. Pun begitu jika memuji salah satu dari kami. Pernah ketika di hari penting itu, di depan hampir seribu pasang mata, dia senyum sambil membaca nama saya. Juga namanya. Ah, it was my great memory.

Dia hebat. Sangat hebat. Dia seorang guru yang hebat, seorang bapak yang bijak, dia panutan. Semua yang pernah kenal dengannya, pasti berpikiran sama.

Untuk seorang yang saya kagumi, seorang pengajar dan pembimbing di akhir kuliah saya kemarin, semoga Allah SWT selalu melindungi tiap langkahnya, dan semoga setiap ilmu yang selalu ikhlas tersampaikan menjadi tabungan amal jariyah yang membawanya ke jannah kelak, aamiin ya Rabbal alamiin ....


Ter-ambil diam-diam di Oktober , dua tahun lalu.. hihiiii

Berasa masih kuliah dan masih dengan bangganya berkata dan mengaku-ngaku di depan sahabat2 saya, saya ‘anak’ nya Prof.Hasan :p